
HOW TO BE SUCCES ? TO GEN Z
Gen Z tumbuh di era digital yang dipenuhi platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube, yang sengaja dirancang untuk memicu lonjakan dopamin—zat kimia otak yang memberi rasa senang. Setiap notifikasi, like, dan video singkat dirancang agar mereka terus scroll, merasa senang sesaat, lalu menginginkan lebih. Ini bukan kebetulan, tapi strategi bisnis: membuat pengguna ketagihan, terdistraksi, dan terus kembali. Akibatnya, banyak Gen Z kesulitan fokus, produktivitas menurun, dan merasa cemas tanpa gadget—karena otak mereka sudah terbiasa dengan “hiburan cepat” yang terus-menerus.Jika hal ini terus dibiarkan Gen Z akan menjadi stagnan jika terus distraksi oleh dopamin instant ini
Bagaiman cara Bisa berubah dan tidak terdistraksi lagi?
Semua dimulai dari Diri sendiri melalui kesadaran,mengubah kebiasaan ,mengubah mindset,Menambah pengetahuan dan mengatur waktunya untuk berpikir Bagaimana jika terus terdistraksi?

Mengubah pola pikir Menjadi Mindset tumbuh berguna untuk melawan distraksi dopamin instant ini
Jika Diteruskan terdistraksi Akan berdampak ke Masa depan,Masa depan Kita ditanggung oleh diri kita sendiri tidak ada yang benar peduli kepada kita,kita semua memiliki Kehidupan masing masing yang realita adalah Life a single Player

Kita harus Membuat desain kehidupan kita
Di era serba cepat ini, Gen Z perlu merancang hidupnya dengan cerdas agar sukses. Semuanya dimulai dari mengenal diri sendiri—apa passion-mu, nilai hidup yang kamu pegang, dan kekuatan unik yang kamu miliki. Setelah itu, tentukan tujuan yang jelas, baik jangka pendek maupun panjang, agar setiap langkah terasa terarah. Gen Z juga harus terus meng-upgrade diri dengan berbagai skill, baik soft skill seperti komunikasi dan kerja tim, maupun hard skill seperti kemampuan digital dan keuangan. Di tengah era digital, membangun personal branding lewat media sosial bisa menjadi pintu peluang. Tak kalah penting, belajarlah mengelola waktu dan keuangan secara disiplin—biasakan menabung, buat anggaran, dan mulai berinvestasi. Dalam perjalanan ini, jaringan dan kolaborasi dengan orang-orang yang positif sangat berpengaruh, begitu juga menjaga kesehatan mental dan fisik agar tetap stabil. Yang terakhir dan paling penting, jangan pernah berhenti belajar. Dunia terus berubah, dan mereka yang adaptif serta tidak takut gagal adalah yang akan bertahan dan melesat lebih jauh.
